Wednesday, October 12, 2011

Mari baca apa yang dilaporkan oleh kompas.com


TKI Ilegal Jadi ATM Aparat Malaysia -kompas
BATAM, KOMPAS.com- Analis Kebijakan Migrant Care Wahyu Susilo, Selasa (11/10/2011), menyatakan, salah satu masalah pada fenomena tenaga kerja Indonesia (TKI) tak berdokumen yang tak pernah selesai di Malaysia hingga saat ini adalah sistem di negara tersebut yang membuka ruang adanya penyuapan. Di sisi lain, aparat setempat menikmati keuntungan dengan adanya TKI tak berdokumen yang dijadikan "obyekan".


"Disinyalir dan saya kira memang sudah menjadi rahasia umum bahwa pengguna TKI tak berdokumen di Malaysia menyetor ke aparat imigrasi dan kepolisian setempat. Sejauh tenaga TKI tak berdokumen masih dibutuhkan, pengguna akan menyetor ke aparat. TKI tak berdokumen akhirnya juga menjadi seperti ATM bagi aparat setempat," kata Wahyu.


Pemerintah Indonesia, menurut Wahyu, semestinya minta ketegasan Pemerintah Malaysia untuk konsekuen menegakkan hukum terhadap warga negara Malaysia, baik para majikan yang mempekerjakan maupun agen yang menyalurkan TKI tak berdokumen.


Hal sama harus diberlakukan terhadap aparat Malaysia yang terlibat dalam praktek tersebut. Hukum di Malaysia, menurut Wahyu, sebenarnya sudah menyebutkan bahwa siapa pun yang mempekerjakan pendatang asing tak berdokumen harus dijatuhi hukuman mulai denda, penjara, sampai cambuk. Persoalannya, hal ini jarang diterapkan.


Mengacu catatan Migrant Care, dari 14.000 TKI yang masuk penjara, tak  lebih dari 100 majikan warga negara Malaysia yang ikut mendapatkan hukuman. "Pemerintah Malaysia punya standard ganda. Mereka hanya menegakkan hukum untuk warga asing tapi tidak untuk aparat maupun warga negaranya sendiri," kata Wahyu.

Sekitar 420000 pendatang Indonesi di Malaysia diputihkan 
BO - Seramai 420,000 pendatang dari Indonesia yang dikategorikan sebagai Tenaga Kerja Indonesia oleh pihak pengurusan Kedutaan Besar Indonesia telah diputihkan oleh kerajaan Malaysia.

Menurut Ketua Fungsi Penerangan, Sosial dan Budayanya, Suryana Sastradireja, mereka yang mendapat keutamaan tersebut dan diberi visa kerja adalah yang bekerja di sektor pembinaan dan perladangan

"Dari jumlah 640.000 orang di antaranya adalah pekerja gelap (tanpa permit) dari Indonesia lebih dari 422.131 akan dilegalkan (diputihkan), (dan) diizinkan bekerja olleh pemerintah Malaysia," kata Suryana kepada BBC Indonesia.

Suryana juga mengatakan 60.000 orang lagi pendatang dari Indonesia yang ditolak sudah menyatakan keinginan mereka pulang setelah mendapat pengampunan dengan tidak dikenakan hukuman denda ataupun ditahan dalam pusat tahanan.

Manakala sekitar 120.000 orang lagi pendatang lainnya, menurut Suryana, masih berada di Sabah dan diberikan kesempatan untuk pulang ke Indonesia untuk mengurus dokumen.

Malaysia memulaikan proses pemutihan sekitar 1,3 juta pendatang tanpa izin yang sebagian besar berasal dari Indonesia, Filipina dan Bangladesh.
KLIK UNTUK TABUNG BLOG INI

0 comments:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 
Hari-hari rakyat susah 2.0 Copyright © sejak 2007 Hari-hari rakyat susah 2.0 Keretaburuk/Tempe Goreng Blogger Template