Thursday, June 2, 2011

Yusuf Thala'at mati syahid dan Ketua Mahkamah serta para pencacainya hidup menderita kerana kezaliman mereka


HHRS 2.0 - Beliau adalah seorang tukang kayu dan menjalankan urusan jual beli hasil-hasil pertanian di Mesir. Tabiatnya sangat berani, cerdas, sabar dan mempunyai jiwa yang sangat tenang, memiliki kepedulian dan semangat untuk membela kaum muslimin, membela saudara-saudaranya di Palestin yang dizalimi penjajah Zionis Yahudi.

Tukang kayu tersebut bernama Yusuf Thala'at, nama penuh beliau Yusuf Izzuddin Muhammad Thala'at, lahir pada bulan Ogos 1914 M di kota Ismailiyah, Mesir.

Setelah berkenalan dengan Imam Hasan Al Banna, Mursyid Am Al-Ikhwan Al Muslimin pada tahun 1936, Yusuf Thala'at termotivasi untuk berjuang, membela dan menolong kaum muslimin khususnya kaum muslimin di Palestin yang sedang berjuang melawan penjajah Inggeris yang disokong Zionis Antarabangsa ketika itu.

Perjuangan menyokong dan membela Palestin dilakukan Yusuf Thala'at dengan berbagai cara, bermul dengan meyebarkan risalah, mengadakan latihan  tentang membela Palestin, khutbah, ceramah hingga demonstrasi.

Sepak terjang dan aksi Yusuf Thala'at bersama Jama'ah Al Ikhwan Al Muslimin dalam demonstrasi solidaritas untuk Palestin dilaporkan dalam media massa Mesir. Surat khabar Al Ahram, Mesir yang diterbitkan pada 13 Julai 1938 menjelaskan, "Jamaah Al Ikhwan Al Muslimin di bandar Ismailiyah mengadakan demonstrasi dari masjid Jami 'Al-Abasi menuju ke pejabat Al-Ikhwan Al Muslimin untuk menunjukkan perasaan dan kecintaan mereka pada Palestin. Polisi menangkap sejumlah demonstrasi. Setelah selesai melakukan soal siasat terhadap mereka, pesuruhjaya Ismailiyah mengambil keputusan menahan Hasan Al Banna, Yusuf Thal'at, dan tokoh-tokoh Ikhwan lain. Mereka ditahan selama empat hari untuk disoal siasat ".

Pada tahun 1948, Imam Hasan Al Banna, mengerahkan 10000 orang pasukan Al Ikhwan Al Muslimin dari Mesir, Syria dan negara Arab lain untuk berjihad ke Palestin melawan penjajah Zionis Yahudi yang mendapat sokongan dari Inggeris.

Yusuf Thala'at termasuk diantara pasukan Al Ikhwan Al Muslimin yang berjumlah 10000 orang tersebut. Ia merupakan orang yang pertama kali bergegas berangkat jihad ke Palestin bersama sejumlah ikhwan dari Ismailiyah.

Dengan semangat juang yang tinggi dan tidak ada perasaan takut sedikitpun kecuali kepada Allah swt, Yusuf Thala'at memimpin perang di Dirul Balah melawan tentera Zionis Yahudi. Dalam peperangan itu, 12 orang mujahidin Al Ikhwan Al Muslimin gugur sebagai syuhada.

Ketika diadakan gencatan senjata untuk menyerahkan jenazah para korban. Panglima perang Inggeris tercengang saat melihat mujahidin Al Ikhwan Al Muslimin yang gugur, semua dadanya terkena tembakan peluru. Sehingga peristiwa ini menjadi perbincangan diantara pasukan musuh, mereka mengetahui sikap pejuang yang sejati, pejuang yang tidak mahu lari dari medan pertempuran. Pejuang yang tidak takut mati, pejuang yang siap menyongsong lawan untuk mendapatkan syahid di jalan Allah.


Pada tarikh 8 Disember 1954, Akhbar Bari Matish terbitan Perancis melaporkan bahawa:

"Pada jam enam pagi tarikh 7/12/1954, bendera hitam di penjara Kairo dan orang-orang yang dijatuhi hukuman mati diiring, dengan menampakkan kaki dan memakai pakaian eksekusi mati berwarna merah.

Pada jam lapan, dimulailah eksekusi hukuman mati terhadap enam orang Al Ikhwan Al Muslimin: Mahmud Abdul Latif, Yusuf Thala'at, Handawi DAWIR, Ibrahim At-Thayyib, Muhammad Farghali dan Abdul Qadir Audah. Keenam orang ini berjalan ketiang gantung, dengan keberanian luar biasa dan memuji Allah kerana mendapat kemuliaan syahid ".

Sahabat Yusuf Thal'at, Syeikh Abdul Qadir Audah, seorang hakim ahli fekah dan pakar undang-undang, sebelum dieksekusi mati berdoa kepada Allah, "Darahku akan menjadi laknat atas pemimpin-pemimpin Revolusi".

Allah mengabulkan doa orang yang dizalimi, darahnya menjadi laknat bagi penguasa yang terlibat dalam eksekusi terhadap para ulama dan pejuang Palestin. 

Tidak ada seorangpun diantara mereka yang zalim itu selamat dari hukuman Allah di dunia. Mereka mengalami kehidupan yang sangat tragis.

Jamal Salim iaitu ketua Mahkamah menderita penyakit saraf. Saudara Jamal Salim, Shalah Salim dengan penyakit ginjalnya tidak berfungsi, sehingga air kencingnya tertahan dan mati keracunan. Syamsu Badran dijatuhi hukuman seumur hidup. 

Canselor Abdul Hakim Amir mati bunuh diri atau diracun. Hamzah Basyuni dilanggar lori hingga tubuhnya terkoyak dan bertebaran di atas tanah.

Al-Askari Ghunaim ditemukan tewas di tengah kebun. As-Shaul Yasin diserang untanya dan tulang lehernya retak hingga mati. Abdun Nashir seluruh hidupnya dipenuhi rasa ketakutan dan keresahan, baik dalam keadaan terjaga maupun tidur. Bahkan kuburnya digenangi aliran air.

Semoga Allah mengumpulkan pejuang-pejuang yang gugur di jalan-Nya bersama-sama Rasulullah saw di dalam syurga-Nya yang mulia. Amin. 
(diterjemah dari eramuslim.com)

0 comments:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 
Hari-hari rakyat susah 2.0 Copyright © sejak 2007 Hari-hari rakyat susah 2.0 Keretaburuk/Tempe Goreng Blogger Template