Saturday, May 28, 2011

Kisah orang yang memukul Ayahnya


HHRS 2.0 - Di sebuah jalan raya, kelihatan ada seorang pemuda belia, berkulit coklat, berotot kuat, di tangannya sebuah tongkat keras, yang dia gunakan untuk memukul seorang laki-laki tua yang telah berusia enam puluh tahun. Orang tua itu berbadan kurus, diam tidak membalas pukulan tersebut. Orang-orang di sekitarnya berkerumun melihat mereka berdua, bermaksud hendak menghalang pemuda tersebut. Salah seorang daripada mereka berkata kepada pemuda itu, 

"Mengapa kamu memukul orang tua malang ini? Tidakkah kamu takut kepada Allah?" Orang yang lain berkata, "Apa yang telah diperbuatnya sehingga kamu memukulinya dengan keras seperti ini?"

Akan tetapi pemuda itu terus memukul orang tua tersebut dan tidak menoleh sedikit pun kepada mereka. Orang yang lain lagi berkata, "Tidakkah kamu takut kalau ada seseorang yang memukul ayahmu seperti ini?"

Kemudian orang (yang terakhir) itu menoleh kepada orang-orang di sekitarnya dan mengatakan kepada mereka, "Kamu harus mengadukan pemuda ini kepada ayahnya, barangkali dia akan menegur dan memarahinya. Siapa yang mengetahui ayah dari pemuda yang kejam ini?"

Tiba-tiba ada seorang lelaki yang dilihat berwibawa dan dihormati. Dia berkata dengan tenang, "Aku tahu pemuda ini, dan aku tahu siapa ayahnya. Sesungguhnya pemuda itu sedang memukul ayahnya. Orang tua malang yang dipukulinya ini adalah ayahnya sendiri." Mendengar hal itu orang-orang tercengang, raut wajah mereka berubah kerana kehairanan yang amat sangat.

Sungguh aneh, bagaimana mungkin ada seorang anak yang memukul ayahnya sendiri dengan kejam seperti ini? Mereka pun menyerang pemuda itu dan membebaskan sang ayah dari dipukul oleh anaknya. Namun sambil termengah-mengah, ayahnya berkata, "Biarkan aku, sungguh Allah Taala telah membalasku. Dahulu ketika aku masih muda, aku pernah memukul ayahku sama seperti ini, hanya kerana dia meminta sebahagian wang dariku." Orang-orang merasa takjub kerana keadilan Allah Ta'ala. Allah berfirman, ertinya, "Dan sekali-sekali tidaklah Tuhanmu menganiaya hamba-hamba (Nya)." (Fushshilat: 46). (Aqibah Uquq al-Walidain, hal. 130-131.)
(diterjemah dari alsofwah)

0 comments:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 
Hari-hari rakyat susah 2.0 Copyright © sejak 2007 Hari-hari rakyat susah 2.0 Keretaburuk/Tempe Goreng Blogger Template